Cara Membuat Gula Merah Laku Di Pasaran

Seperti yang telah kita ketahui bahwa Gula merah adalah kebutuhan mendasar manusia untuk perubahan terus-menerus, yang cenderung tumbuh. Dalam pandangan yang lain, agroindustri gula merah Indonesia memang belum mampu memainkan perannya secara optimal. Hal ini disebabkan oleh kurangnya teknologi dan kapasitas agroindustri untuk memasarkan produk mereka. Solusi untuk masalah ini adalah dengan menggunakan konsep pemasaran global yang diusulkan oleh Philip Kotler. Oleh sebab itu dalam pembahasan kali ini kami akan membagikan cara supaya Gula Merah bisa laku di dalam pasaran.

Dalam hal pemasaran holistik seperti ini memang memiliki empat komponen yang sudah sangat terpadu sekali, yakni ada pemasaran terpadu, pemasaran internal, pemasaran hubungan dan juga pemasaran yang khusus bertanggung jawab secara  sosial. Dalam konteks pemasaran terintegrasi, McKarty de Cotler memang telah mengembangkan suatu alat pemasaran dan juga di bagi menjadi empat kelompok utama, yakni produk, harga, tempat dan juga promosi.

Para pemain di industri gula merah dapat memberikan layanan yang cukup baik kepada langganan mereka di pemasaran internal. Dan sementara itu jenis pemasaran hubungan berfokus pada hubungan yang cukup memuaskan dengan para pihak yang telah terlihat pemasaran yang bertanggung jawab secara sosial, kegiatan dan juga program pemasarannya selalu menuju titik pada etika, lingkungan, hukum dan sosial. Oleh sebab itu pemasaran holistik harus di pergunakan sebagai salah satu taktik dalam pengembangan industri gula merah di negara Indonesia.

Baik gula merah maupun gula biasa yang saat ini di kenal sebagai gula jawa oleh seluruh orang di Indonesia merupakan kebutuhan yang paling mendasar bagi semua orang dan saat ini semakin berkembang dan tumbuh sangat pesat. Dengan peningkatan yang sejalan didalam pendapatan penduduk dan juga pertumbuhan populasi yang semakin meningkat dalam menjadikannya sebagai bahan baku.

Gula merah dapat digunakan sebagai bahan baku untuk beberapa kue tradisional, roti kukus, gula merah, dll. Akibatnya, masyarakat membutuhkan kehadiran gula merah untuk konsumsi dalam negeri dan produksi bahan baku dari industri kue. Sebagai produk konsumen, gula merah berperan dalam sistem pangan manusia. Gula Merah adalah pemasok permen, yang juga adalah salah satu pemasok kalori. Jadi, orang membutuhkan gula merah untuk dikonsumsi.

Kandungan Yang Terdapat Dalam Gula Merah

  • Serat coklat
  • Kalori,
  • kalsium
  • protein
  • bahan galian
  • Vitamin,

Gula Merah memiliki istilah tersendiri yang memang pada umumnya di kaitkan dengan semua jenis cairan yang di keluarkan oleh bungam pohon kelapa sawit, jus, kelapa, gula aren, dan daun kelapa. Selain kelapa sawit, air tebu juga dapat di gunakan sebagai salah satu bahan baku dalam memproduksi gula merah yang ada di Indonesia. Negara yang memproduksi gula lebih tinggi adalah Australia Barat dan juga Thailand.

Pada tahun 2001/2002 Gula yang diproduksi di negara berkembang dua kali lebih tinggi dari gula yang diproduksi di negara maju. Produsen gula utama adalah negara-negara Amerika Latin, Karibia dan Asia Timur. Di Indonesia, hampir semua daerah menghasilkan gula merah. Sebagai bahan baku industri, negara-negara Uni Eropa, Jepang dan Amerika Serikat menghasilkan gula bit sebagai pengganti gula merah, karena bit gula dapat diproduksi di udara terdingin. .

Negara-negara di Uni Eropa mengadopsi standar pertanian dengan menetapkan kuota produksi maksimum untuk setiap anggota, sesuai permintaan, pasokan, dan harga. Amerika Serikat menetapkan harga tinggi untuk gula untuk mendukung industri mereka, mereka memiliki efek samping, tetapi banyak konsumen beralih ke sirup jagung / sirup glukosa. Harga sirup termurah telah menyerang pasar bit di pasar dunia. Sirup diproduksi dari jagung, dikombinasikan dengan pemanis buatan perusahaan minuman yang mampu menghasilkan produk dengan harga lebih murah.